Postingan

Menampilkan postingan dari September, 2025
Gambar
  Malam selalu punya cara menghadirkan sepi yang terlalu luas. Dalam kesunyian itu, aku menemukan dahaga yang bukan sekadar haus tubuh, melainkan haus karena rindu yang tak pernah selesai. Seteguk air putih hanya singgah sejenak, namun tidak mampu menenangkan kerongkongan yang digerogoti jarak. Tulisan ini lahir dari lirih yang kupeluk diam-diam, dari kerinduan yang tak berwujud, namun beratnya lebih dari segala beban. Semoga ia sampai padamu. Seteguk Air Putih di Tengah Malam Malam ini kembali sunyi, hanya detak jam yang terdengar, seakan waktu sengaja memperlambat langkahnya. Aku terbangun dengan tenggorokan kering, lalu meraih segelas air putih. Seteguk yang sederhana itu mengalir, tetapi entah mengapa justru terasa pahit. Sebab hausku bukan sekadar haus tubuh, melainkan haus karena rindu yang perlahan menggerogoti. Setiap kali air itu melewati kerongkongan, aku sadar betapa kosongnya ruang dalam diriku. Air bisa menenangkan, tetapi ia tidak mampu meredakan jarak yang semakin me...
Gambar
  Tentang Pohon, Mata, dan Kepergian Terima kasih telah sudi membaca catatan sederhana ini. Ia lahir dari rasa, dari kehilangan yang perlahan diajarkan alam. Semoga setiap kata menjadi teman hangat, seperti musim yang berganti namun tetap memberi arti. Pohon itu masih sama. Aku menatapnya dari jarak yang tak berubah, seakan-akan waktu berhenti. Tapi tanpa kusadari, daun-daunnya telah berganti. Ada yang gugur, ada yang tumbuh baru. Sama seperti tubuhku yang terus memperbarui dirinya sel-sel mati, sel-sel lahir semua berjalan tanpa pernah menunggu izinku. Seakan kehilangan adalah bagian yang harus diterima, mau atau tidak. Matamu juga begitu. Aku masih membacanya dengan cara yang sama, masih menemukan puisi yang ditulis semesta diam-diam di sana. Namun kini aku sadar, seperti cahaya bintang yang terlihat indah meski mungkin padam jutaan tahun lalu, apa yang kurasakan bukan sesuatu yang bisa kugenggam selamanya. Keindahan, ternyata, tidak selalu ditakdirkan untuk dimiliki. Kau pergi b...
Gambar
  Sepetak cinta dihati yang bernama kamu Ketahuilah, setiap kata dalam tulisan ini kutulis denganmu sebagai pusatnya. Dari ladang, savana, hingga senja, segalanya kembali padamu. Inilah surat kecil tentang cinta yang selalu menemukan rumah di hatimu.
Gambar
Sepatah duakata Aku menulis ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan denyut perasaan yang tak sempat tersampaikan lewat layar, namun selalu hidup dalam diamku. Maafkanlah Cintaku yang Tak Selalu Hadir di Layar Nonaku, maafkanlah cintaku yang tak selalu sempat menjelma dalam pesan-pesan singkat di layar ponselmu. Aku tahu, kita sudah sama-sama berjanji menjaga hubungan ini meski jarak memisahkan, namun kenyataan sering kali lebih keras dari niat. Ketahuilah aku sendiri jarang memegang HP sibuk dengan urusanku sendiri, hingga kadang aku lupa bahwa ada hatimu yang menunggu dengan sabar di ujung sinyal. Bukan berarti cintaku berkurang. Tidak. Justru setiap diamku sering dipenuhi oleh bayanganmu. Aku mengingat tawamu, menebak apa yang sedang kau lakukan, dan mengulang-ulang kembali percakapan kita di kepalaku. Diamku bukanlah kosong ia hanya tak tertulis di pesan, tapi terukir dalam rinduku yang tidak pernah berhenti tumbuh. Aku tahu komunikasi adalah jembatan utama bagi kita yang dipisa...
Gambar
  Ikhlas di antara Luka Tidak semua tulisan lahir dari tenang dan bahagia. Ada yang lahir dari pergulatan batin, dari ketidakterimaan yang menumpuk hari demi hari. Inilah catatan tentang luka yang terlalu dalam untuk diam, tetapi terlalu berat untuk diucapkan. Semoga siapa pun yang membaca, menemukan dirinya di sini. Akhir-akhir ini, banyak dari kita mungkin merasa bahwa hidup hanyalah tentang belajar ikhlas. Sebuah kata sederhana yang sering kita dengar, tetapi dalam praktiknya justru mengiris paling dalam. Di antara berjuta-juta kemarahan, rasa ketidakterimaan, dan ketidakmampuan menerima kenyataan, kita seperti dipaksa menelan sesuatu yang terlalu pahit untuk bisa diterima sepenuhnya. Kita marah pada keadaan yang tak sesuai harapan, kecewa pada orang lain yang tak seperti yang kita bayangkan, bahkan sering kali marah pada diri sendiri yang terasa terlalu lemah untuk bertahan.  Inilah yang membuat banyak orang hidup dalam lingkaran yang sama menolak, menyangkal, lalu terpuru...