Malam selalu punya cara menghadirkan sepi yang terlalu luas. Dalam kesunyian itu, aku menemukan dahaga yang bukan sekadar haus tubuh, melainkan haus karena rindu yang tak pernah selesai. Seteguk air putih hanya singgah sejenak, namun tidak mampu menenangkan kerongkongan yang digerogoti jarak. Tulisan ini lahir dari lirih yang kupeluk diam-diam, dari kerinduan yang tak berwujud, namun beratnya lebih dari segala beban. Semoga ia sampai padamu. Seteguk Air Putih di Tengah Malam Malam ini kembali sunyi, hanya detak jam yang terdengar, seakan waktu sengaja memperlambat langkahnya. Aku terbangun dengan tenggorokan kering, lalu meraih segelas air putih. Seteguk yang sederhana itu mengalir, tetapi entah mengapa justru terasa pahit. Sebab hausku bukan sekadar haus tubuh, melainkan haus karena rindu yang perlahan menggerogoti. Setiap kali air itu melewati kerongkongan, aku sadar betapa kosongnya ruang dalam diriku. Air bisa menenangkan, tetapi ia tidak mampu meredakan jarak yang semakin me...