Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2024
  Ia yang jauh Di ujung cakrawala, kau melangkah pergi, Meninggalkan jejak dalam sunyi hati. Waktu memisahkan, jarak membentang, Namun bayangmu tetap menghantui malam. Kau bagaikan bintang yang jauh berkilau, Cahaya harap yang takkan pernah padam. Setiap detik berlari, kenangan menyapa, Rindu ini mengikat, tak bisa terlepas. Di dalam angin, aku mendengar namamu, Di antara senja, ada kisah kita berdua. Meski jauh, kau tetap ada di sini, Dalam setiap doa, dalam setiap hati. Semoga suatu hari, jalan kita bersua, Menembus jarak, menantang rasa. Hingga saat itu, aku akan menanti, Kau, yang jauh, namun selalu di sini.
  Kisah Kita Dalam lembaran waktu yang sunyi, Kisah kita terukir, abadi takkan mati. Di antara tawa dan air mata, Setiap momen, kini tinggal cerita. Kau dan aku, peluk angin senja, Menyulam impian di bawah bintang-bintang. Tak ada yang tahu, tak ada yang mengerti, Betapa indahnya cinta yang tak terperi. Langkah kita seirama, meski berbeda arah, Jejak-jejak kecil, kini samar dalam samar. Namun di hati, cerita takkan pudar, Seperti bintang, meski jauh, tetap bercahaya. Kini kenangan hanya bayang yang melintas, Namun takkan pernah sirna, meski terpisah. Kisah kita unik, takkan pernah terlupa, Dalam sepi, abadi selamanya.
  Dalam Rindu yang Tak Terucap Di antara hening malam yang kelam, Ku tatap bintang, mencari bayangmu, Apakah di sana, kau juga merindu, Menghitung detik, seperti yang ku lakukan? Dalam setiap angin yang berbisik, Ada namamu tersimpan lembut, Seolah waktu menghentikan langkah, Menunggu jawaban dari hati kita. Kau dan aku, dua jiwa terpisah, Di lautan rasa yang tak terukur, Namun di sudut hati, ada tanda, Sebuah harapan yang takkan pudar. Mungkin kita sama, merasakan ini, Kenyataan yang teraba, penuh rasa tanya, Dalam setiap detak jantung yang berdengung, Saling mencari, dalam sepi yang panjang. Dan jika suatu saat kita bertemu, Akan ku tanyakan, dalam tatap matamu, Apakah semua ini hanya ilusi, Atau rindu kita saling mengisi?
 Untuk ia yang belum kumiliki Diujung senja yang perlahan memudar, Aku menunggu di tempat yang sama, Bayang mu hadir di dalam setiap angin, Tapi kamu masih jauh tak terjangkau. Hatiku menyimpan harapan yang lembut, Seperti embun dipagi yang masih ragu, Kau yang belum aku miliki, Namun sudah mengisi ruang kosong. Aku tak tahu kapan kita akan bersua, Tapi aku percaya, waktu akan menemukan jalan, Aku akan menunggumu dengan rasa yang tulus, Ketahuilah, AKU AKAN MENUNGGUMU.
 Untuk kekasihku Diantara bintang yang tak terhitung, Kau adalah sinar yang paling terang, Menerangi malam yang hampa, Menuntunku dengan cinta yang tulus. Setiap langkah ku lebih berarti, Karena kau ada disampingku Dalam diam, dalam tawa, Kau adalah tempat untuk kembali.   Tak perlu kata yang berlebihan, Karena hatiku sudah bicara,  Cinta ini sederhana, Namun abadi, untuk selamanya.
 Sendiri Kau pergi, dan aku tetap di sini, di ruang yang hampa, menanti sesuatu yang tak pasti. Senyummu hilang, suara itu redup, tinggallah aku, sendiri, merangkai kenangan yang memudar. Namun meski sendiri, aku akan belajar berjalan, meski dunia terasa asing, aku akan bertahan, mencari diri dalam kesendirian. Cinta yang pernah ada kini tinggal sejarah, tapi aku akan terus menulis ceritaku, tanpa kau, tanpa kita, hanya aku yang mencoba bangkit dari luka ini.
SECANGKIR KOPI Ketika sesapan kopi mendarat di bibir seseorang. Maka, disitulah energi negatif seseorang tersebut  akan keluar. Kopi selain bisa menyatukan seseorang dengan orang lain juga bisa membawa ketenangan.
AKU, KAMU DAN YOGYAKARTA      Di yogayakarta yang berdebu,       Di bawah langit senja,      Aku dan kamu, cinta yang melawan      Sepasang melewati batas, dan melawan arus waktu Di jalan berliku, kita berlari Menyusuri jejak sejarah dan cinta Dengan setiap detak jantung, kita berjuang Mengukir cinta diatas batu dan gerimis       Kota ini saksi bisu       Ketika rindu dan harapan bertaut       Kita berdua, melawan semua larangan       Disinilah cinta kita abadi       Di tengah riuh dan hening yogyakarta
  Bukan orang yang tepat Diantara bumi yang seluas ini aku tetap,senang pernah menemukanmu juga sempat mengira bahwa kamu orang yang tepat. Meski bukan tapi mengira saja sudah membuatku bahagia
  Oktober Huff tidak terasa kepergianmu sudah lebih dari setahun, tetapi luka yang kau berikan padaku belum hilang sialnya hati ini belum bisa melupakanmu. Aku tidak tau hal apa yang bisa aku lakukan untuk melupakanmu, sosok yang sangat aku kagumi tapi memberi luka padaku. Setiap hari sejak engkau hilang dari dekapan ku aku merasa kesepian yang dulunya sering ketawa sendiri di depan handphon ahh siall kukatakan kembali pada hatiku ini. Aku juga tidak tahu hal apa yang membuat dirimu begitu susah ku lupakan. Seandianya kau tahu “ kau itu ibaratkan martabak spesial bagiku” itu dulu, sekarang masih iyya kok. 
Sial aku belum bisa melupakanmu   Aku berusaha, mencoba untuk tidak mengingatnya lagi, entah kenapa setiap kali aku berusaha melupakannya hatiku terasa tidak ikhlas. Apakah mungkin aku masih menaruh rasa kepadanya apakah mungkin aku masih menyukainya? Rasanya tidak mungkin dia kan sudah mendapatkan seseorang yang lebih baik dariku dan aku pernah mengatakan bahwa aku harus berusaha melupakannya. Aku sudah berjanji untuk menutup buku yang pernah kubaca dan membuka buku yang baru. Akan tetapi hati ini masih berharap bahwa suatu saat dia akan kembali lagi tapi sudahlah dia sudah bahagia dengan cowok lain lagi pula niat ku sudah bulat untuk melupakannya.
  Untuk ia yang tidak akan pernah hilang dalam kenangan Pertemuan yang tidak disengajakan mungkin itu cara indah tuhan mempertemukan kita berdua. kilas balik pertemuan kita dua insan yang tidak saling kenal bertemu di live salah satu akun medsos seseorang. Akupun tidak tahu siapa nama pemilik akun tersebut dan tiba-tiba engkau datang dengan bacotan mu dihalaman komentar yang seketika membuat bulu kuduk ku merinding. di dalam hati aku berkata siapa sosok dibalik akun yang menulis komen di live tersebut. Ehh usut punya usut ternyata seseorang yang sangat sederhana tapi dengan kesederhanaanya tersebut dia menjadi sesuatu yang spesial dalam hidupku.         Beginilah awal pertemuan kami saling balasa komen di live akun medsos seseorang dan hal itu berlanjut dengan saling follow di medsos tersebut. Aku masih ingat pada saat pertama kali aku mengirim pesan di akun medsosmu engkau dengan sifat cuek mu membuatku jiwaku semakin membara untuk memilikimu. Lama kelamaa...