Postingan

Menampilkan postingan dari Desember, 2024

Ter untuk dikau

 Ter untuk kau nona Aku turut bahagia dengan keadaanmu sekarang, semoga kau selalu disertai bahagia, Semoga di setiap langkahmu, disertai ridho Allah, Semoga kau, selalu ingat dengan seseorang yang selalu merindu kepada kau. Jika takdir berkata kita akan dipertemukan kembali,   Biarkan waktu yang menyatukan, meski kini kita terpisah,   Aku akan tetap setia dalam kenangan yang tak pernah pudar,   Merindukanmu dalam hening, meski langkah kita berbeda arah.   Namun jika takdir tak mengizinkan kita bersatu lagi,   Aku akan terus mencintaimu dalam doa yang tak berujung,   Semoga kau bahagia dengan jalan yang kau pilih,   Dan aku akan tetap menunggu, jika suatu saat nanti kita dipertemukan.

Juni

    Tanralili Di Mana Takdir Bertemu     Aku berjalan jauh, meninggalkan jejak yang sepi, Ke Tanralili, di mana angin berbisik lembut, Mencari ruang di antara sunyi yang dalam, Di sana, aku berharap menemukan diriku yang hilang.   Pegunungan berbicara dalam diam yang abadi, Setiap langkahku adalah perjalanan menuju kedamaian, Namun, di balik kesunyian itu, takdir mengalir, Melalui pertemuan tak terduga yang membawa jawaban.   Seorang wanita yang datang dengan senyuman yang tulus, Secangkir sirup, dan kata-kata yang menyentuh hati, Kami berbicara tentang perjalanan, tentang pencarian, Tanralili, tempat di mana segala yang tersembunyi terungkap.   Di sini, aku menemukan lebih dari yang kucari,  Bukan hanya kedamaian, tetapi makna yang lebih dalam, Kadang, perjalanan bukan tentang tujuan yang jelas, Tapi tentang peertemuan, dan bagaimana takdir berbicara tanpa suara.     @Yusrimallu_                 ...
 Perihal hujan Selepas hujan, langit kembali tenang, Awan yang gelap kini membentuk senyum, Tetesan air menari di daun, Menyisakan wangi tanah yang meresap dalam kalbu. Angin berbisik lembut, membawa kisah, Betapa segala yang runtuh akan bangkit kembali, Seperti pelangi yang menanti di balik awan, Setiap hujan mengajarkan tentang harapan yang tak pernah hilang. @Yusrimallu_

Dari luka menjadi kekuatan

 Dari Luka Menjadi Kekuatan Hari itu, aku duduk di pinggir jendela kamar, menatap hujan yang turun perlahan. Tetesannya jatuh, lalu mengalir, membawa kenangan yang tak bisa aku hapus begitu saja. Beberapa minggu berlalu sejak aku diputuskan oleh Nadia, dan rasanya waktu seperti berhenti di saat itu. Setiap detik terasa berat, seakan dunia hanya berputar di sekitar kesedihan yang membalut hati. “Apa yang salah dengan kita?” itu pertanyaan yang terus terngiang, meski aku sudah berusaha mati-matian untuk melupakannya. Nadia bilang dia butuh waktu untuk dirinya sendiri, tapi aku tahu itu lebih dari sekadar alasan. Seperti ada jarak yang semakin jauh di antara kami, meskipun kami masih saling berbicara, meski kadang aku merasa dia sudah tak lagi ada di sini. Aku bukan tipe orang yang mudah menyerah, tapi perpisahan ini datang begitu mendalam. Begitu tiba-tiba. Seperti badai yang datang tanpa peringatan. Dan aku, yang dulu merasa begitu kuat, kini merasa rapuh. Aku menatap cermin, dan me...
  Bertemu denganmu adalah Hal yang Istimewa "Di antara ribuan kemungkinan, kita bertemu. Seperti dua bintang yang akhirnya saling menyinari, setelah beribu tahun menunggu." Pagi itu, Mallu bangun dengan perasaan yang campur aduk. Cuaca di luar agak mendung, seakan mengerti apa yang sedang dirasakannya. Perasaan cemas dan penasaran bercampur aduk. Ada banyak hal yang harus dilakukan, tapi sepertinya, hari ini akan sedikit berbeda. Dia memutuskan untuk pergi ke kafe yang biasa dia datangi—tempat yang selalu jadi pelarian saat dunia terasa terlalu berat. Mallu duduk di meja pojok, sambil memesan secangkir kopi hitam. Kopi adalah sahabat terbaiknya saat pagi yang suram seperti ini. Tapi hari itu, ada sesuatu yang berbeda. Bo. Mallu ingat sekali pertama kali melihat Bo. Wanita itu datang ke kafe itu beberapa minggu lalu, duduk sendirian di meja yang tak jauh dari tempat Mallu biasa duduk. Tidak ada yang spesial sebenarnya—hanya seorang wanita biasa dengan rambut pendek yang terger...