Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2025

Jarak

Gambar
  Ikhlas dalam jarak Tidak semua rasa harus diwujudkan dalam bentuk kehadiran.  Kadang, mencintai justru tentang tahu kapan harus diam, kapan harus menepi bahkan saat hati masih berdebar karena namanya. Aku belajar satu hal belakangan ini bahwa tidak semua orang senang dicintai dengan cara yang kita tahu. Ada yang justru merasa sesak ketika kita selalu ada. Ada yang terlihat tersenyum, tapi menyimpan letih di balik sapanya yang ramah. Dan di situlah aku mulai sadar barangkali kehadiranku bukan lagi kehangatan, tapi beban yang tak berani ia tolak secara terang. Lalu, aku bertanya dalam sunyi. Apa jadinya jika aku menjauh?  Apakah dia akan mencariku?  Atau bahkan tidak sadar aku tak lagi di sana? Itu pertanyaan yang menyakitkan, tapi harus dijawab. Karena mencintai yang sehat bukan tentang terus menetap, tapi tentang tahu kapan harus memberi ruang. Mungkin, diam-diam, aku bukan rumah baginya. Hanya persinggahan singkat saat dunia terlalu riuh dan ia butuh tenang. Dan k...

Sesuatu yang ironis

Gambar
  Apa itu muak? Wajahnya semanis itu, tapi lukanya sedalam samudra. Senyum yang bisa membuat siapa saja luluh, justru menyimpan tajam yang tak terduga. Aku selalu bertanya, bagaimana bisa seseorang yang tampak begitu manis, menjadi sumber luka yang begitu dalam? Dia datang dengan pesona yang memikat, namun di balik itu, dia membawa badai yang kerap mengoyak hati. Dia mengaku muak, lelah dengan sikapku yang dianggapnya tak lagi tertahankan. Namun ironisnya, dia hanya memandang sekilas, tanpa pernah menyelami apa yang sebenarnya ada di balik segala tingkah dan kata-kataku. Hanya sebuah kilasan pandang yang dangkal, lalu langsung dijadikan alasan untuk menghakimi dan menuduh. Padahal, di balik sikap yang dia labeli “menyebalkan,” ada usaha tanpa henti untuk bertahan dan mengerti. Tapi dia? Dia yang paling sering menuntut, paling cepat menyalahkan, dan paling sulit memberi ruang untuk berubah. Ego yang ia tutupi dengan kata-kata “muak” itu sebenarnya adalah tembok yang menghalangi dia ...

Aku ingin

Gambar
  Aku ingin Aku ingin kembali menemuimu, tapi aku lupa bahwa kita tak lagi bersama. Aku ingin mengabarimu tentang kepulanganku, tapi aku malu. Aku ingin memberimu oleh-oleh, tapi aku lupa kau tak lagi ingin menerima pemberianku. Aku ingin merindu kepadamu, tapi aku lupa bahwa aku bukan siapa-siapa. Aku ingin mencintaimu sekali lagi, tapi aku lupa bahwa kau tak lagi menginginkan cintaku. Aku ingin. Aku ingin. Sungguh aku ingin. Yusrimallu_