Jarak
Ikhlas dalam jarak Tidak semua rasa harus diwujudkan dalam bentuk kehadiran. Kadang, mencintai justru tentang tahu kapan harus diam, kapan harus menepi bahkan saat hati masih berdebar karena namanya. Aku belajar satu hal belakangan ini bahwa tidak semua orang senang dicintai dengan cara yang kita tahu. Ada yang justru merasa sesak ketika kita selalu ada. Ada yang terlihat tersenyum, tapi menyimpan letih di balik sapanya yang ramah. Dan di situlah aku mulai sadar barangkali kehadiranku bukan lagi kehangatan, tapi beban yang tak berani ia tolak secara terang. Lalu, aku bertanya dalam sunyi. Apa jadinya jika aku menjauh? Apakah dia akan mencariku? Atau bahkan tidak sadar aku tak lagi di sana? Itu pertanyaan yang menyakitkan, tapi harus dijawab. Karena mencintai yang sehat bukan tentang terus menetap, tapi tentang tahu kapan harus memberi ruang. Mungkin, diam-diam, aku bukan rumah baginya. Hanya persinggahan singkat saat dunia terlalu riuh dan ia butuh tenang. Dan k...