Sepatah duakata

Aku menulis ini bukan sekadar rangkaian kata, melainkan denyut perasaan yang tak sempat tersampaikan lewat layar, namun selalu hidup dalam diamku.


Maafkanlah Cintaku yang Tak Selalu Hadir di Layar

Nonaku, maafkanlah cintaku yang tak selalu sempat menjelma dalam pesan-pesan singkat di layar ponselmu. Aku tahu, kita sudah sama-sama berjanji menjaga hubungan ini meski jarak memisahkan, namun kenyataan sering kali lebih keras dari niat. Ketahuilah aku sendiri jarang memegang HP sibuk dengan urusanku sendiri, hingga kadang aku lupa bahwa ada hatimu yang menunggu dengan sabar di ujung sinyal.


Bukan berarti cintaku berkurang. Tidak. Justru setiap diamku sering dipenuhi oleh bayanganmu. Aku mengingat tawamu, menebak apa yang sedang kau lakukan, dan mengulang-ulang kembali percakapan kita di kepalaku. Diamku bukanlah kosong ia hanya tak tertulis di pesan, tapi terukir dalam rinduku yang tidak pernah berhenti tumbuh.


Aku tahu komunikasi adalah jembatan utama bagi kita yang dipisahkan jarak. Dan aku salah, karena jembatan itu kadang kubiarkan sepi. 


Namun percayalah, meski jarang kulalui dengan kata-kata, cintaku tetap menyeberang menuju hatimu setiap hari dalam bentuk doa, kerinduan, dan keyakinan bahwa kamu adalah rumah yang selalu kutuju.


Izinkan aku memperbaiki caraku mencintaimu. Izinkan aku belajar hadir, bukan hanya lewat rindu yang bersemayam, tapi juga lewat kabar sederhana yang membuatmu merasa dekat meski jauh. Sebab pada akhirnya, aku tidak ingin jarak menjadi alasan untuk kehilanganmu. Aku ingin jarak menjadi bukti bahwa cinta kita mampu bertahan, meski diuji oleh sepi.


Jadi maafkanlah cintaku yang belum sempurna ini. Maafkan aku yang masih sibuk berkelana, tapi percayalah setiap langkah yang kuambil dan setiap hari yang kulewati, selalu ada namamu yang kupegang erat tak pernah kulepas tak pernah kulupakan. 

Karena sejauh apa pun aku pergi, hatiku selalu pulang padamu.



Komentar

  1. Dan pada akhirnya, ada hari dimana saya haruss sadar bahwa kamu itu bukan cecintaku melaikan cecinta dari orang lain.

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak saya juga bayar pajak om