Mengikhlaskan tanpa kata
Mengikhlaskan tanpa kata Aku tahu, aku telah kehilanganmu pada setiap detik yang kulewati dalam penantian sunyi, menanti balasan yang tak pernah datang dan barangkali, tak pernah akan. Aku sadar sepenuhnya, kau berhak bahagia, dengan caramu sendiri, bersama dia yang kau pilih, dalam semesta yang tak lagi menyisakan ruang untukku. Namun, yang tak kumengerti dengan alasan apa kau tak rela melihatku memanggul luka yang kau tinggalkan dengan cantikmu? Bukan aku tak ingin merelakan, hanya saja, ada rindu yang belum sempat kutitipkan, ada kata yang tak sempat kupeluk dalam diam. Maka izinkan aku, walau hanya sekali, mencintaimu dalam diam tanpa harus merasa bahwa aku tak seharusnya.