Postingan

Menampilkan postingan dari November, 2024

Pemikiran ibnu arabi

  العلم هوى المنزار والحق هوى المتزيل فيهي Kutipan "Al-‘alam huwa al-manzar wa al-haqq huwa al-mutazzil fihi" dari Ibn Arabi mengandung makna yang sangat dalam dan kompleks, yang memerlukan pemahaman dalam konteks pemikiran filsafat dan tasawufnya. Secara harfiah, kutipan ini bisa diterjemahkan sebagai: "Alam adalah tempat pandang, dan Tuhan adalah yang melihat dalam pandangan itu." Kutipan ini menggambarkan pandangan esoterik Ibn Arabi tentang hubungan antara Tuhan (al-Haqq) dan alam semesta (al-‘alam). Untuk memahami makna ini lebih dalam, kita perlu membahas beberapa aspek utama yang terkandung dalam ajaran Ibn Arabi. Pertama Alam sebagai Cerminan atau Tempat Pandang Menurut Ibn Arabi, alam semesta adalah "manzar" atau tempat pandang. Dalam konteks ini, "manzar" dapat diartikan sebagai sesuatu yang dilihat atau disaksikan. Alam bukanlah sesuatu yang berdiri sendiri, terpisah dari Tuhan, tetapi lebih sebagai cerminan atau refleksi dari Tuhan it...
 Di kau Dikau adalah ciptaan yang hampir sempurna, Di tengah malam yang sunyi, Langit bergemuruh, Aku tetap terjaga memikirkan dikau.   Setiap kupandangi handphone ku, Dikau selalu hadir dalam ingatanku, Entah, aku merasa sedang dihantui, Apa yang telah dikau perbuat terhadapku.   Apakah dikau juga merasakannya, Setiap rintik yang jatuh membasahi, Kuselipkan sebuah rindu yang menggebu, Berharap dikau datang dan membalas rinduku. Tapi, semua itu hanya pikiran belaka ku, Semoga dikau selalu disertai bahagia, Biarlah aku yang menanggung kepedihan ini, Aku mengikhlaskan dikau di dalam bait-bait  puisi ini.
 Mengikhlaskanmu Kau pergi tanpa kata, tanpa jejak,   Tinggalkan sepi yang menggema dalam hati,   Aku berdiri, memandang langit yang rembulan hilang,   Mencoba menerima, meski terasa pilu sekali. Cinta kita, kini hanya bayang-bayang   Yang hilang dibawa angin ke kejauhan,   Aku ikhlaskan, meski bukan tanpa perjuangan,   Karena cinta tak selalu bertahan dalam genggaman. Aku lepaskan, walau hati tak pernah lupa,   Namun biarlah waktu yang menyembuhkan luka,   Karena di setiap kepergian ada hikmah tersembunyi,   Dan aku belajar mencintai dengan tangan terbuka. Kini, aku ikhlaskanmu untuk menemukan jalanmu,   Meninggalkan aku, namun tetap dalam doa,   Semoga bahagia menyertaimu di mana pun kau berada,   Aku melepaskanmu, dengan hati yang penuh cinta.
 Generasi yang terlema debu-debu barat Bagaimana sekarang kita bisa melihat anak muda zaman sekarang atau yang biasa di sebut (gen z) sudah tidak lagi sibuk dengan kopi dan buku. Di zaman sekarang kita terlihat itu kuno. Ketika, kita tidak mengikuti sesuatu yang viral. Salah satu contoh yang merusak anak muda zaman sekarang yakni sosial media. Bagaimana anak muda sekarang dibutakan oleh budaya barat, saya tidak menyalahkan dan menghakimi budaya barat. Akan tetapi saya menyalahkan mereka yang terbuai pada budaya barat yang lupa bahwa indonesia sendiri memiliki begitu banyak budaya. Pertanyaan saya kenapa mereka (gen z) tidak memperkaya budaya lokal? Karena di zaman sekarang yahh apa-apa harus mengikuti standar style yang dimana hal itu berasal dari individu masing-masing. Sejak kapan seseorang yang melakukan kegiatan budaya di cap sebagai masyarakat primitif yang tidak mengikuti era globalisasi. Dan sejak kapan pula standar era globalisasi di nobatkan di style dan sosial media. Seha...
  Hujan di Awal November Hujan turun lembut, menyapa tanah kering, Di awal November, harapan pun terbang kembali. Setiap tetesnya bercerita, tentang kehidupan baru, Menghapus jejak kelam, membawa warna segar dalam jiwaku. Awan menggantung rendah, meluk bumi dengan kasih, Bau tanah basah, aroma yang selalu kurindu. Di bawah payung warna-warni, senyuman tak tertahan, Kebahagiaan menyebar, seperti cahaya di antara rintik. Anak-anak tertawa, mengejar genangan air, Kaki telanjang menari, bebas dalam riang. Hujan ini mengingatkan, akan kebersamaan yang hangat, Sebuah lagu yang sederhana, merayakan hidup dalam diam. Oh, hujan di awal November, kau adalah berkah, Membawa damai di hati, meluk setiap rasa. Dalam kebisingan air, ku temukan ketenangan, Sebuah tanda, bahwa kebahagiaan selalu ada, meski tak terduga.