Sebaris Kata Sebelum Gelap Ini bukan surat. Hanya pesan singkat dari layar ponsel yang hampir mati seperti tenagaku menahan rindu. Jika sempat terbaca, semoga kamu tahu bahwa aku masih mencintaimu. Semoga kamu selalu menemukan cinta, meski bukan dariku yang kini tak bisa berada di sisimu. Aku tahu, jarak ini sunyi dan kadang terasa terlalu luas untuk dijangkau dengan kata atau rindu. Tapi aku berharap, di sela-sela sepi yang kamu lewati, kamu tetap bisa merasakan hangatnya cinta meski samar, meski hanya seperti bayanganku yang mungkin mulai pudar dalam ingatanmu. Semoga kamu menemukannya dalam matahari yang terbit perlahan, dalam malam yang lengang dengan bulan menggantung pasrah, dalam angin pagi yang menggigit pelan, atau dalam segelas minuman yang biasa kamu nikmati sendirian. Karena aku tidak bisa berada di sana untuk mencintaimu secara langsung, aku hanya bisa menitipkannya pada hal-hal kecil di sekitarmu. Aku juga berharap cinta tumbuh dalam dirimu cinta yang lembut, yang b...