Postingan

Menampilkan postingan dari April, 2025

Manusia dan cinta yang tak pernah selesai

Gambar
  Manusia dan cinta yang tak pernah selesai Manusia itu paradoks dalam cinta, terutama. Ia bisa berkata "aku tak butuh siapa-siapa", tapi matanya mencari satu sosok di tengah keramaian. Ia ingin dicintai sepenuhnya, namun takut kehilangan dirinya dalam pelukan yang terlalu erat. Ia rindu, tapi enggan menghubungi duluan. Dalam hatinya, ia ingin menetap, namun kakinya gemar berjalan menjauh. Cinta, baginya, adalah pelabuhan sekaligus badai; tenang tapi mengguncang.  Ia menuliskan puisi tentang kesetiaan, sembari menyimpan nama lain di sudut pikirannya. Ia berkata, "aku tak percaya cinta", tapi diam-diam menunggu pesan dari seseorang yang mungkin tak pernah datang.  Di antara rindu yang malu-malu dan gengsi yang tak mau runtuh, manusia mencintai dengan caranya yang retak namun tulus. Karena sejatinya, manusia hanya ingin dimengerti, walau kadang tak paham dirinya sendiri. Itulah cinta dalam dada manusia: kontradiksi yang memeluk hangat, sekaligus menyisakan dingin.

Gadis dari pulau sumatera

Gambar
  Gadis dari Pulau Sumatera Ia datang seperti senja yang tak pernah tergesa—membawa cahaya lembut, memeluk langit dengan warna-warna yang sulit dilukiskan. Namanya lirih dibicarakan, seperti rahasia kecil yang tak ingin benar-benar disimpan. Ia, perempuan dari Sumatera, gadis yang tak hanya menawan rupa, tapi juga memikat rasa. Wajahnya tenang, seolah menyimpan laut yang tak pernah pasang. Dalam matanya, ada riwayat panjang pegunungan dan lembah—alam yang membentuknya, dan mungkin juga hati yang ia rawat dalam diam. Senyumnya tak meledak, tapi perlahan menghangatkan, seperti api kecil yang cukup untuk menyeduh rindu. Banyak yang mencoba menggambarkannya: ada yang bilang ia seperti kopi pagi—hitam, hangat, dan menenangkan; ada pula yang menyamakannya dengan bunga kamboja—tak ribut, tapi kehadirannya selalu mengundang tatap. Namun, tak ada kata yang benar-benar cukup. Karena ia bukan sekadar cantik, ia adalah keindahan yang tidak sedang berusaha untuk dikenali, tapi tetap sulit untuk...

Purnama menatap ke timur

Gambar
  Purnama Menatap ke Timur Purnama merunduk sendu di langit jogja Seakan tahu, malam ini bukan sekedar gelap Tapi ruang kosong tempat rinduku berserakan Terbang ke arah timur ke sebuah kota di pulang yang jauh. Di sela dinginnya angin yang menyusuri kali code Kutemukan namamu menggigil di tepi mataku Kau yang bermukim di tanah hijau sulawesi Menjadi jarak yang tak bisa ku genggam, hanya bisa kupeluk lewat doa. Andai purnama bisa bicara Ia akan menjadi utusan malam Mengetuk jendela kamarmu yang sunyi, dan berkata pelan Ada seseorang di jogja, yang rindunya padamu tak kunjung reda. @yusrimallu_

Serpih yang Tak Kembali

Gambar
 Jogja, 10 April 2025 Serpih yang Tak Kembali Langit senja yang menggigil dalam diam yang lirih Seperti hatiku yang rapuh, seperti hatiku yang menggengam rindu yang patah. Pulang tak lagi berarti hangat Hanya serpih waktu yang menusuk tanpa suara. Ada luka yang menatap di balik tatap Menyelinap di celah nafas yang tak sempat kusyukuri Langkahku bukan lagi tentang kembali Melainkan tentang pembelajaran, belajar merelakan yang tak pernah utuh.

Jejak Luka di Kampung Halaman

Gambar
Pinrang, 08 April 2025   Jejak Luka di Kampung Halaman     Terkadang, hidup membawa kita pada jalur yang tak selalu sejalan dengan harapan. Kita percaya penuh pada pilihan yang kita ambil, penuh harap akan kebahagiaan yang telah lama kita impikan. Namun, kenyataan seringkali menepis angan-angan kita. Inilah yang aku rasakan ketika memutuskan kembali ke tanah kelahiranku. Sebuah tempat yang penuh kenangan dan wajah-wajah yang pernah memberi warna pada hidupku dengan kebahagiaan. Hari itu, aku kembali dengan harapan yang tak terhitung jumlahnya. Seolah semua yang hilang dapat ku temukan kembali disana. Dibalik senyum-senyum yang familiar, aku berharap menemukan secercah kebahagiaan yang pernah hadir. Kepulangan ku dari jogja Salah satu alasanku pulang adalah untuk menemuinya, sang pujaan hati, yang sudah lama menjadi bayangan dalam setiap jejak langkahku. Seperti bunga yang tak pernah dipetik, aku berharap bisa kembali merasakan harum kasih yang dulu kami bagi. Namun, seper...

Terjerat dalam bayangmu

Gambar
Terjerat Dalam Bayangmu Selain kopi yang pahit, dan puisi yang mengalun syahdu Aku terjerat pada setiap hal tentangmu Pada tatapmu yang teduh, seolah menyembuhkan hati yang lelah Pada suara merdu yang menyapa, kala namaku terlantun Bak alunan lembut yang menari di telinga, hingga menggetarkan jiwa yang merindu. Setiap detik yang berlalu, mendekapku pada bayang mu Hingga aku terbuai dalam setiap cerita yang terukir di suaramu Mengalir seperti sungai yang tak pernah berhenti. Kopi mungkin memberi kehangatan, dan puisi memberi kedamaian  Namun, yang paling indah adalah hadirmu yang selalu membuatku merasa lebih dari sekedar kata atau rasa Aku terjaga, dan tercandu pada segala sesuatu tentangmu