19.26
Sebab tidak semua keindahan berbentuk bunga
Ada pohon-pohon yang lahir bukan untuk dipandang. Ia tidak dianugerahi kelopak yang ranum oleh musim, tidak pula dipilih angin untuk membawa harum bunganya ke halaman-halaman manusia.
Ketika taman dipenuhi warna, ia berdiri dalam diam batangnya kasar, daunnya biasa, rantingnya tidak mengundang pujian.
Burung-burung lebih sering singgah di pohon yang berbunga merah, kupu-kupu lebih suka menari di sekitar yang memiliki nektar manis. Sedangkan ia, hanya menjadi bayangan hijau di pinggir kehidupan.
Namun bumi tidak pernah salah menakar takdir.
Sebab ada pohon yang memang tidak diciptakan untuk memukau mata, melainkan untuk menahan badai. Akar-akarnya ditanam lebih dalam daripada yang lain, menembus tanah keras yang bahkan hujan enggan lunakkan.
Ketika pohon-pohon berbunga mulai patah diterpa musim yang terlalu ganas, ia tetap tegak. Barangkali tak ada yang memuji ketegarannya, sebab manusia lebih mudah terpikat pada keindahan yang tampak daripada kekuatan yang diam-diam bekerja di dalam gelap.
Padahal akar adalah bentuk cinta paling sunyi dari semesta.
Ia tidak pernah terlihat, tetapi selalu memeluk. Ia tidak meminta dikenali, tetapi terus menjaga kehidupan di atasnya tetap berdiri.
Dan pohon itu yang tak memiliki bunga indah perlahan memahami bahwa hidup bukan semata tentang menjadi menawan. Ada yang ditakdirkan menjadi teduh. Ada yang dipilih menjadi tempat bersandar.
Ada yang tumbuh bukan untuk dirayakan saat mekar, melainkan untuk tetap bertahan ketika dunia runtuh.
Bukankah demikian pula manusia?
Tidak semua orang lahir dengan wajah yang memesona, bakat yang mengundang tepuk tangan, atau kehidupan yang mudah dipuji.
Sebagian harus berjalan tanpa gemerlap. Sebagian harus menerima bahwa dirinya tidak akan menjadi pusat kekaguman.
Tetapi mungkin, justru kepada mereka Tuhan menitipkan akar yang lebih kuat: hati yang tahan kecewa, pundak yang sanggup memikul kehilangan, dan jiwa yang tidak mudah tumbang meski berkali-kali diterpa luka.
Karena bunga hanya indah pada waktunya. Sedangkan akar, menjaga kehidupan selamanya.
Dan pada akhirnya, dunia tidak selalu membutuhkan pohon yang paling cantik. Kadang dunia lebih membutuhkan pohon yang tetap berdiri saat semua yang indah telah gugur oleh badai.

Minumlah kopi, karena pahitnya bermanfaat untukmu.
BalasHapusSiapp guruku
HapusBunga apa dulu ini kanda, bunga mawar kah, bunga melati kah hehe
BalasHapusBunga raflesia wkwkwk
HapusKok gak pernah keliatan di taman baca kampus mass? Masnya sakit?
BalasHapusSaya masih sering disana, tapi biasanya sore kalau kampus udah sepi, hahaha
HapusMemang gak pernah gagal kalau soal menulis mas” yang satu ini
BalasHapusTapi hari ini dijogja saya akan …..
Hapus