Sepucuk suran untuk ibu
Sepucuk surat kuketik dengan pelan-pelan, setenang cara seorang ibu merawatku sejak kecil.
Tak ada tergesa di tiap hurufnya, sebab aku belajar bahwa sesuatu yang lahir dari kasih tak pernah terburu-buru.
Setiap kata kupilih dengan hati-hati, seolah jika terlalu cepat, ia bisa melukai makna.
Jemari ini menyentuh layar dengan sabar, seperti tangan seorang ibu yang dulu membetulkan kerah baju sebelum aku pergi, atau mengusap kepala tanpa banyak bicara ketika dunia terasa berat.
Dari dialah aku belajar merawat bukan dengan suara keras, tapi dengan kehadiran yang setia.
Surat ini pun begitu. Ia tak ingin memaksa untuk dipahami, hanya ingin dibaca perlahan. Jika kelak sampai padamu, biarlah ia menjadi hangat, bukan karena indahnya susunan kalimat, melainkan karena ketulusan yang kutitipkan di setiap jeda.
Seperti kasih seorang ibu: sederhana, diam-diam, namun selalu sampai.

Komentar
Posting Komentar