Menenun damai dari keresahan


Dalam setiap perjalanan batin manusia, selalu ada saat di mana hati terasa penuh oleh tanya mengapa sesuatu harus terjadi, mengapa ketenangan begitu sulit dicapai. Dari sanalah semuanya bermula sebuah pencarian yang lahir dari keresahan.

Berangkat daripada sebuah keresahan, manusia sering kali menemukan dirinya di persimpangan antara gelisah dan tenang. Keresahan itu muncul bukan tanpa sebab. Ia lahir dari ketidakseimbangan antara harapan dan kenyataan, antara keinginan dan keterbatasan. 

Namun, di balik setiap kegelisahan, tersimpan ruang kecil untuk memahami diri sendiri lebih dalam. 

Dari sanalah rasa mulai tumbuh rasa yang mengajarkan arti menerima, bahwa berdamai bukan berarti menyerah, melainkan memahami bahwa tidak semua hal harus dilawan. Mereka yang mampu menatap keresahan tanpa lari darinya, yang sanggup menenun luka menjadi pelajaran, ialah pemenang sejati. 

Sebab kemenangan sejati bukan tentang menaklukkan dunia luar, melainkan menaklukkan badai di dalam dada. Dari keresahan itulah manusia belajar menjadi utuh belajar bahwa damai adalah rumah bagi setiap jiwa yang pernah gelisah.

Komentar

  1. Demikianlah hidup, selalu mempertanyakan tentang siapa pemenangnya, andai hidup murni perjudian biarkan Waktu menjadi bandarnya, sedang pertemuan dan perpisahan hanya cara Tuhan bermain dadu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sejauh ini, ini komenan paling kerenn

      Hapus
  2. Ada deh pokoknya22 Mei 2026 pukul 19.11

    Apakah perdamaian itu memang ada?

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak saya juga bayar pajak om