Rahasia di Balik Ciptaan Semesta
Terkadang, kata tak mampu merangkum rasa. Namun izinkan aku mencoba, lewat untaian ini, menyentuh hatimu seperti hadirmu menyentuh jiwaku.
Semesta menciptakanmu seolah dengan tangan yang paling halus dan hati yang paling tulus. Setiap komponen dalam dirimu tampak dirancang dengan penuh perhitungan, namun tetap mengalir alami seperti puisi yang lahir dari keheningan.
Senyummu manis bukan karena bentuknya semata, tetapi karena kehangatan yang tersimpan di baliknya. Ia tidak sekadar menarik bibir, melainkan membuka pintu ketenangan, seakan menghapus keraguan hanya dalam satu lengkung sederhana.
Matamu, teduh seperti danau yang tak terusik angin. Tatapanmu membawa kedamaian, mengendapkan riuh dunia dalam sekejap. Di dalamnya, ada kejujuran yang jernih, tempat di mana aku merasa dilihat, bukan sekadar dipandang.
Sementara itu, suaramu adalah pelukan tak kasat mata. Nada dan intonasinya seperti gema dari rumah yang lama kutinggalkan akrab, nyaman, dan menenangkan. Semesta seakan memilih frekuensi yang paling pas untuk meredakan segala resah.
Aku tidak tahu dari mana semua itu berasal. Mungkin dari bintang yang jatuh tanpa pamit, atau dari doa-doa yang dijawab dalam wujud manusia sepertimu. Yang jelas, engkau adalah perpaduan harmoni yang tidak bisa dijelaskan logika, hanya bisa dirasakan jiwa.

manggg eaaaa
BalasHapusEaaa
HapusSiapa yang membuatmu sejatuh cinta ini tuan?
BalasHapusHahahah ada sosok yang tak bisa kugambarkan melalui kata
HapusSedari dulu aku selalu merasa untaian kata mu selalu membuatku kagum, tapi kali ini aku tak lagi kagum sebab kekaguman ku hilang dibawa kenangan bersama si tuan🍂
BalasHapusMasa sihhh, harusnya kagum teruss
Hapusaku tak pernah tau, apakah kau akan jadi tujuan atau hanya persinggahan rasa, yang Tuhan kirimkan untuk mengajarkanku, bagaimana mencintai dalam batas yang dijaga, dan merindukan tanpa melanggar
BalasHapusJikalau kau ragu perihal itu coba dengarkan lagunya: Andi liyani (sanggupkah)
Hapus