Menunggu langkahmu


Sebenarnya aku ingin bertanya padamu,

bukan dengan suara, melainkan lewat bait-bait yang kutulis. Sebab ada hal-hal yang terlalu rapuh bila diucapkan, namun begitu jujur saat dituangkan dalam kata. Dan lewat tulisan ini, izinkan aku menyampaikan resah yang tak sanggup kusampaikan tatap mata.

Jika memang kau orangnya, mengapa langkahmu selalu ragu mendekat?

Aku berdiri di sini, bukan untuk menuntut, hanya berharap hatimu berani mengetuk pintuku. Aku ingin percaya kau adalah rumah, tempat segala resahku berhenti. Namun kadang aku takut jangan-jangan aku hanya persinggahan, sementara hatiku telah menjadikanmu tujuan. Cinta, bagiku bukan hanya tatapan yang indah, tapi keberanian untuk mendekap meski langkah goyah. 

Jika benar aku yang kau cari, runtuhkanlah jarak ini, datanglah dengan sederhana, tanpa janji muluk, tanpa kata yang berkilau.

Tapi bila hatimu tak pernah berniat singgah, maka biarlah aku merawat luka ini dengan tenang. Sebab yang kucari bukan pengembara yang datang dan pergi, melainkan seseorang yang berani berhenti dan memilih tinggal, meski dunia meminta untuk terus berjalan.

Komentar

  1. tapi, menyaksikannya dari jauh dalam meraih impian itu, juga salah satu bentuk cinta kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ya… sebab cinta tak selalu harus menggenggam. Kadang ia cukup menjadi cahaya samar di kejauhan, yang rela redup asal langkahmu tetap bersinar.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak saya juga bayar pajak om