Mengikhlaskan tanpa kata
Mengikhlaskan tanpa kata
Aku tahu, aku telah kehilanganmu
pada setiap detik yang kulewati dalam penantian sunyi,
menanti balasan yang tak pernah datang
dan barangkali, tak pernah akan.
Aku sadar sepenuhnya,
kau berhak bahagia, dengan caramu sendiri,
bersama dia yang kau pilih,
dalam semesta yang tak lagi menyisakan ruang untukku.
Namun, yang tak kumengerti
dengan alasan apa kau tak rela
melihatku memanggul luka
yang kau tinggalkan dengan cantikmu?
Bukan aku tak ingin merelakan,
hanya saja, ada rindu yang belum sempat kutitipkan,
ada kata yang tak sempat kupeluk dalam diam.
Maka izinkan aku,
walau hanya sekali,
mencintaimu dalam diam
tanpa harus merasa
bahwa aku tak seharusnya.

Komentar
Posting Komentar