Serpih yang Tak Kembali

 Jogja, 10 April 2025




Serpih yang Tak Kembali


Langit senja yang menggigil dalam diam yang lirih

Seperti hatiku yang rapuh, seperti hatiku yang menggengam rindu yang patah.

Pulang tak lagi berarti hangat

Hanya serpih waktu yang menusuk tanpa suara.


Ada luka yang menatap di balik tatap

Menyelinap di celah nafas yang tak sempat kusyukuri

Langkahku bukan lagi tentang kembali

Melainkan tentang pembelajaran, belajar merelakan yang tak pernah utuh.



Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bapak saya juga bayar pajak om