Lika liku keberangkatan ke kota pelajar
Sebenarnya saya disini ingin bercerita tentang lika liku saya sebelum berangkat ke yogyakarta. Nah sebelum itu saya ingin bercerita sedikit kenapa saya bisa sampai disini karena saya lulus disalah satu program beasiswa nggak usah sebut beasiswa apa yah intinya beasiswa.
Saya sebenarnya sudah masuk kuliah di salah satu perguruan tinggi di daerah saya yaitu disulawesi selatan tepatnya di kab.sengkang. Singkat cerita setelah saya lulus disana dan menjalani masa pengkaderan nah sebelum saya menjalani masa perkuliahan disana saya memang sudah mendaftar di program beasiswa tersebut dan lucunya saya mendaftar di program beasiswa tersebut itu cuman iseng-iseng tapi karena keisengan itu berkat doa dari orang tua juga dan rezki dari Allah saya lulus di program beasiswa tersebut. Singkat cerita pada saat waktu pengumuman kelulusan saya tidak menyangka sama sekali bahwa saya itu bisa lulus yah tapi kembali lagi rezki udah diatur sama yang maha pemberi rezki.
Kan yang kita tau ketika seorang anak yang mencapai suatu pencapaian bisanya keluarganya itu bahagia tapi di keluarga saya ketika semua orang dirumah tau bahwa saya lulus yah mereka cuman bilang owhh,Alhamdulillah tidak ada ekspresi syukur atau bahagia apa itu hanya perasaanku saja terutama bapak saya saya dengar ketika saya menelpon ibu saya bapak saya mengatakan kok kamu lulus sih seakan akan kata kata itu menggambarkan dia tidak ingin kalau anaknya lulus di program beasiswa tersebut yah tapi memang bapak saya minima dengan pendidikan apalagi dizaman sekarang ini. Setelah itu kan saya sudah lulus ekspekstasi saya ketika saya lulus yah udah nggak ada berkas yang diurus ternyata malah makin banyak.
Singkatnya saya urus semua berkas tersebut intinnya nikmati aja lah proses nggak usah ngeluh dan tiba tiba salah satu adik dari ibu saya itu masuk rumah sakit jadi sementara saya urus berkas pulang balik ke kota dari kampung saya juga keluar masuk rumah sakit untuk menjaga adik ibu saya mungkin teman teman bertanya kok bukan anak dia sih yang jaga kok buka kakaknya atau saudaranya lah yang urus. Adik dari ibu saya itu sebenarnya belum nikah dan gak punya anak dan sepupu sepupu saya dan saudara(i) ibu saya juga masing-masing sibuk lah dengan pekerjaannya singkat cerita lah beberapa hari saya melakukan yah bisa dikatakan jadi rutinitas selama seminggu kalau nggak salah. Tiba- tiba dihari kamis siadik ibu saya itu sakitnya semakin paraha saya juga nggak tau ceritanya gimana. Pada saat genting itu dipanggilah saya yusri saudara ibu saya bilang bacakan yasin yus mungkin udah nggak lama lagi saya bacakan yasin lah disitu baru berapa ayat yang saya baca ajal pun datang menjemputnya.
Di hari itu saya katakan semua keluarga saya terpukul dengan berpulangnya salah satu adik dari ibu saya. Kan pada saat itu saya juga lagi sibuk ngurus berkas untuk PBAK dan hari keberangkatan saya kejogja tinggal dua hari lagi. Singkat cerita sampai lah dihari keberangkatan saya ke jogja ekspekstasi saya mungkin banyak keluarga yang mau mengantar saya kebandara kan biasanya begitu, kalau ada keluarga yang mau merantau yah diantarin kebandara apalagi ini pertama kali dari keluarga saya ada yang berangkat merantau diluar sulawesi.
Komentar
Posting Komentar